logo Kompas.id
Analisis BudayaNormalisasi Kebisingan

Normalisasi Kebisingan

Persoalan kebisingan ini tentunya tak hanya terkait dengan telinga. Kebisingan juga menyebabkan berkurangnya sikap menolong orang lain dan cenderung berperilaku agresif.

Oleh
Ahmad Najib Burhani
· 1 menit baca
Ahmad Najib Burhani
KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

Ahmad Najib Burhani

Lanskap (landscape)dan landmark sudah menjadi sesuatu yang umum dan bahkan normatif dalam membicarakan tentang penataan kota dan lingkungan. Namun, pembicaraan tentang soundscape atau sonic environment, soundmark dan smellscape masih belum menjadi sesuatu yang biasa, termasuk dalam diskusi di lingkungan akademik.

Apa yang dikategorikan sebagai sumber gangguan suara memang bisa beragam. Suara motor dengan knalpot tanpa peredam suara, pembangunan rumah dan gedung, klakson yang bersahutan dari patroli dan pengawalan (patwal) atau voorijder (polisi pembuka jalan), iringan motor gede (moge) di akhir pekan, azan dan puji-pujian (chanting) di rumah ibadah dengan menggunakan pengeras suara, dan juga musik dengan volume tinggi adalah beberapa contoh. Bahkan, sebagian orang terganggu dengan suara pedagang tahu bulat yang menjajakan dagangannya dengan pengeras suara dari satu perumahan ke perumahan lain. Jika tidak ada regulasi yang komprehensif, tak jarang hal ini akan menimbulkan konflik atau persoalan.

Editor:
MOHAMMAD HILMI FAIQ
Bagikan