logo Kompas.id
Pendidikan & KebudayaanPelestarian Sastra Jawa Kian Penting di Era Globalisasi

Pelestarian Sastra Jawa Kian Penting di Era Globalisasi

Kesusastraan Jawa terimpit globalisasi. Ruang pelestarian sastra Jawa pun diperlukan, baik dengan menulis, diskusi, maupun digitalisasi konten.

Oleh SEKAR GANDHAWANGI
· 1 menit baca
Memuat data...

Petugas Museum Sri Baduga, Bandung, Jawa Barat, mengumpulkan tujuh naskah terbaru yang diperoleh hingga akhir 2012 dari pembelian dan sumbangan, Jumat (4/1). Ketujuh naskah kuno yang diperkirakan berasal dari akhir abad ke-19 ini dalam huruf Cacarakan berbahasa Jawa Cirebonan kuno, Arab Pegon, dan Arab Gundul.

JAKARTA, KOMPAS —Pelestarian sastra Jawa dinilai penting di era globalisasi. Pelestarian bisa dilakukan dengan memperbanyak ruang diskusi dan menggiatkan aktivitas kebudayaan yang melibatkan semua pihak, termasuk generasi muda, komunitas, akademisi, hingga pemerintah.

Hal ini mengemuka pada diskusi daring Dilah Kebudayaan atau Diyan, Jumat (18/6/2021), yang diselenggarakan Program Studi Sastra Jawa Universitas Indonesia. Diskusi itu juga membahas geguritan atau puisi-puisi Jawa yang ditulis praktisi sastra Jawa Yusuf Susilo Hartono. Pada saat yang sama, Yusuf meluncurkan buku Gurit Saidu, yakni kumpulan puisi hasil refleksi selama masa pandemi.

Editor: Aloysius Budi Kurniawan
Bagikan
Memuat data..