logo Kompas.id
Akhir PekanMencicil Impian dan Kebutuhan

Mencicil Impian dan Kebutuhan

Oleh
PRITA HAPSARI GHOZIE
· 4 menit baca

Euforia perayaan Lebaran mungkin sudah mulai berakhir. Sebagian dari Anda mungkin sudah bersiap kembali beraktivitas di pekan depan dan sebagian lain mungkin masih berlibur di kampung halaman. Apa pun pilihannya, kehidupan akan tetap berjalan yang artinya berbagai kebutuhan dan keinginan akan tetap ada. Apabila selama Lebaran lalu keuangan menjadi agak berantakan, ada baiknya evaluasi dilakukan. Mengapa kejadian serupa terus berulang, padahal kebutuhan Lebaran dan lainnya sudah dapat diketahui dari setahun sebelumnya? Jika kejadian tidak asing untuk Anda, berikut ini ulasannya.Dalam perencanaan keuangan, tidak semua tujuan keuangan harus dipenuhi dengan berinvestasi. Beberapa tujuan keuangan memiliki jangka waktu yang pendek, yaitu dibawah 12 bulan sehingga strategi ideal adalah dengan menabung. Beberapa contoh tujuan keuangan yang merupakan kebutuhan adalah pengeluaran untuk pajak rumah dan kendaraan, pembayaran premi asuransi tahunan, serta kewajiban memberikan THR bagi pekerja di rumah. Sementara, beberapa contoh tujuan keuangan yang merupakan impian adalah mudik Lebaran, liburan kenaikan kelas anak dan liburan akhir tahun, serta impian lainnya. Pemilihan aset Idealnya, pengeluaran yang bersifat tidak rutin dapat didanai oleh penghasilan yang juga bersifat tidak rutin, seperti bonus tahunan, dana THR, ataupun penghasilan dari investasi lainnya. Namun, jika selama bertahun-tahun strategi ini tidak dapat berjalan, ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk mencicil impian dan kebutuhan dengan cara menabung secara berkala. Sebagai contoh, untuk mudik Lebaran, perkiraan kebutuhan dana sebesar Rp 6 juta. Jika ditarik mundur selama 12 bulan ke belakang, setiap bulan Anda perlu menabung Rp 500.000. Pemilihan aset untuk menabung dapat ditentukan dari beberapa pilihan berikut ini.Pertama, tabungan berjangka. Produk perbankan ini memiliki fitur serupa dengan tabungan biasa, tetapi tidak sama. Anda melakukan setoran setiap bulan yang besarannya sudah ditentukan di awal masa pembukaan rekening tabungan. Umumnya, pihak bank tidak memperbolehkan nasabah melakukan penarikan sebelum masa jatuh tempo. Keunggulan menabung di tabungan berjangka adalah proses yang disiplin karena setoran langsung dipotong dari rekening tabungan biasa yang umumnya digunakan untuk menerima gaji bulanan. Namun, pahami juga apabila Anda ingin melakukan penarikan untuk keperluan mendesak, maka pihak bank akan membebankan biaya penalti yang telah ditetapkan di awal. Saat ini, suku bunga tabungan berjangka bervariasi, mulai dari 2,5 persen hingga 6,5 persen per tahun. Terkadang, bank juga memberikan bonus asuransi jiwa bagi nasabah selama durasi kontrak menabung.Kedua, reksa dana pasar uang. Meskipun kerap dikategorikan sebagai aset investasi, karena risikonya yang rendah, reksa dana dapat digunakan juga sebagai sarana untuk menabung. Pembelian reksa dana pasar uang dapat dilakukan melalui manajer investasi ataupun bank yang bertindak sebagai agen penjual. Sebagai investor, Anda perlu membuat instruksi investasi berkala di mana dana di tabungan yang ditunjuk akan didebit secara otomatis setiap bulan untuk dibelikan reksa dana pasar uang. Keunggulan menabung di reksa dana pasar uang adalah peluang untuk mendapatkan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi daripada tabungan. Selain itu, apabila dana di reksa dana pasar uang dibutuhkan sewaktu-waktu, investor dapat melakukan penjualan kembali tanpa ada biaya penalti. Saat ini, imbal hasil reksa dana pasar uang selama setahun terakhir berkisar antara 6 persen dan 8 persen per tahun.Ketiga, emas. Untuk ibu rumah tangga, membeli dan menyimpan emas dalam bentuk logam mulia terkadang memberikan kenyamanan psikologis tersendiri. Saat ini, ada produk dari lembaga keuangan yang memungkinkan investor melakukan pembelian emas dengan konsep tabungan. Setiap bulan investor melakukan setoran dalam nominal rupiah yang kemudian akan dikonversi menjadi satuan gram emas. Saat jumlah satuan gram emas sudah mencapai 50 gram misalnya, investor dapat mencetak emas berbentuk logam mulia. Pada saat kebutuhan jatuh tempo, investor akan menjual kembali emas yang sudah dimiliki sehingga mendapatkan dana untuk membeli impian ataupun membayar kebutuhan. Risiko yang mungkin terjadi adalah dana yang dicairkan bisa lebih rendah daripada modal tabungan apabila harga emas dalam satu tahun mengalami penurunan. Namun, hal ini juga dapat disiasati dengan membeli emas di pegadaian saat ada lelang. Pada momen tersebut, calon investor memiliki peluang mendapatkan logam mulia di harga yang lebih rendah daripada pasaran.Baik impian maupun kebutuhan merupakan hal yang sangat wajar dalam kehidupan seseorang. Perencanaan keuangan tidak ditujukan untuk menjadikan seseorang menjadi kaya raya, tetapi agar berbagai tujuan keuangan tersebut dapat tercapai. Jika Anda memiliki berbagai tujuan keuangan hingga akhir tahun ataupun tahun depan, tidak ada salahnya untuk direncanakan dan diimplementasikan dari sekarang. Live a beautiful life!

Editor:
Bagikan