TajaTips Mengatur Keuangan Pribadi Bagi Pemula

Tips Mengatur Keuangan Pribadi Bagi Pemula

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2022/12/shutterstock_641252839-647x432.jpg
Dok Shutterstock

Ilustrasi mengatur keuangan pribadi.

Kita harus dapat mengatur keuangan pribadi sejak dini agar ke depannya semakin disiplin dalam mengelola keuangan. Sebenarnya tidak terlalu sulit dalam mengatur keuangan asalkan kita mau disiplin dan konsisten.

Berikut ini tips mengatur keuangan pribadi bagi pemula agar semakin bijak menggunakan sumber dana sehingga dapat meminimalkan terjadinya kegagalan keuangan di kemudian hari.

Pos keuangan

Langkah pertama adalah dengan membuat pos-pos keuangan. Agar pengaturan keuangan menjadi lebih mudah, kita bisa membagi total pemasukan ke dalam sejumlah pos. Salah satunya dengan menerapkan metode 50/30/20.

Caranya, hitung pemasukan bulanan Anda setelah dipotong pajak. Dari jumlah tersebut, alokasikan 50 persen untuk kebutuhan pokok, seperti makan, transportasi, dan pendidikan.

Setelah itu, alokasikan 30 persen untuk pos lain yang bersifat tidak mendesak. Misalnya, untuk kebutuhan berlibur, membeli tiket konser, hobi, dan belanja barang kesukaan. Terakhir, alokasikan sisanya, atau 20 persen, untuk ditabung—yang dapat diambil sewaktu-waktu saat darurat.

Dana darurat

Dilansir dari laman djkn.kemenkeu.go.id, besaran minimal dana darurat yang harus dipersiapkan adalah 6 hingga 12 kali lipat pengeluaran bulanan dengan mempertimbangkan kondisi tiap individu.

Apabila dirinci, bagi mereka yang belum menikah, dana darurat minimal 6 kali lipat pengeluaran per bulan, bagi yang sudah menikah minimal 9 kali lipat pengeluaran per bulan. Sementara bagi yang telah menikah dan mempunyai anak, dana darurat sebesar 12 kali lipat pengeluaran per bulan.

Jika dana darurat tersebut telah terpenuhi, Anda bisa mengalokasikan tabungan untuk tujuan lain. Misalnya, untuk membeli rumah atau kendaraan bermotor.

Investasi

Mengatur keuangan tak sebatas menabung dan menyiapkan dana darurat. Kita perlu mengalokasikan uang untuk investasi karena dapat menjadi pengaman keuangan di masa depan, selain tabungan.

Berbeda dengan tabungan yang umumnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan menengah, investasi dapat digunakan untuk kebutuhan jangka panjang. Sebab, nilai aset investasi berpotensi terus meningkat dalam jangka panjang.

Dengan instrumen yang tepat, dana investasi bisa aman dan bertambah sesuai return atau imbal balik. Agar mendapatkan keuntungan optimal, Anda harus berinvestasi secara rutin dan konsisten. Anda juga bisa menggunakan sebagian dana dari alokasi tabungan untuk berinvestasi.

Saat ini terdapat sejumlah instrumen investasi yang bisa Anda pilih, di antaranya adalah kripto.

Saat ini, aset kripto, seperti Bitcoin (BTC), banyak diminati masyarakat. Hal ini karena harga BTC mengalami peningkatan nilai dalam jangka panjang yang cukup menjanjikan.

Platform

Apabila Anda tertarik untuk mencoba investasi kripto, pilihlah platform jual-beli yang aman, legal, dan tepercaya, seperti Luno. Platform ini telah mengantongi izin dari Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (Bappebti) untuk beroperasi di Indonesia.

Luno mudah diakses dan dipahami oleh pemula. Cukup mengunduh aplikasi Luno, Anda bisa memantau harga BTC dan aset kripto lainnya. Selain itu terdapat informasi mutakhir dari industri kripto.

Untuk memulai investasi, Anda tidak harus menyediakan dana besar karena kita bisa membeli BTC melalui Luno mulai dari Rp25.000. Aset kripto yang disediakan oleh platform ini pun aman dan legal karena telah melalui seleksi ketat. Dengan begitu, aset yang tersedia bisa dipilih secara mudah.

Tunggu apa lagi? Segera atur keuangan Anda dan jangan lupa menabung dan berinvestasi untuk masa depan yang lebih cerah.

Catatan: Artikel ini bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi dan hanya sebagai media informasi. Pastikan untuk melakukan riset yang mendalam dan pahami risiko dalam investasi kripto.

Memuat data...
Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan Luno Indonesia.
Iklan