TajaSerial 1883 yang Suguhi Aksi Laga dan Cerita yang Dramatis

Serial 1883 yang Suguhi Aksi Laga dan Cerita yang Dramatis

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2022/09/Mola-1-648x432.jpg

James Dutton dan rombongan yang tengah melakukan perjalanan pada serial 1883. (Dok. Mola)

Usai menyelesaikan menonton serial televisi (TV) Yellowstone musim keempat, penggemar masih menyisakan tanda tanya, terutama terkait awal mula keluarga Dutton memiliki Yellowstone Ranch.

Untuk menjawab rasa penasaran penggemar, Paramount Networks pun merilis prekuel dari serial TV Yellowstone, yakni 1883, pada Desember 2021. Sebelum dirilis, rumor tentang kehadiran prekuel ini sudah beredar saat Yellowstone memasuki musim keempat.

Sang penulis naskah, Taylor Sheridan, menjanjikan keseruan berbeda ketimbang Yellowstone pada 1883. Ia mengatakan, 1883 memiliki latar era berbeda, yakni abad ke-19 yang kerap disebut Wild West.

Sheridan memang tak beromong kosong. Pada serial tersebut, diceritakan generasi pertama dari keluarga Dutton, yakni James yang kembali diperankan oleh Tim McGraw, tengah melakukan perjalanan dari Texas ke Montana bersama keluarganya untuk mencari rumah baru.

Perjalanan tersebut dilakukan karena James ingin memiliki kehidupan yang lebih baik sekaligus bebas dari kondisi kemiskinan.

Demi mencapai hal tersebut, James bersama istrinya, Margareth, beserta kedua anaknya, yakni Elsa dan John Senior (Sr), melakukan perjalanan menggunakan wagon atau kereta kuda. Perjalanan ini menjadi cikal-bakal dari penemuan Yellowstone Ranch oleh keluarga Dutton.

Sebagai informasi, karakter Margareth Dutton diperankan kembali oleh Faith Hill. Untuk Elsa Dutton dan John Dutton Sr, masing-masing karakter dimainkan oleh Isabel May dan Audie Rick.

Adapun di tengah perjalanan menuju Montana, James bertemu dengan dua orang asing, yakni Shea Brennan (Sam Elliott) dan Thomas (LaMonica Garrett). Keduanya sedang dalam misi untuk memandu dan menjaga sejumlah rombongan imigran dalam perjalanan menuju Oregon.

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2022/09/Mola-2-648x432.jpg

Karakter Shea Brennan (Sam Elliott) dan Thomas (LaMonica Garrett) yang bertugas mengawal perjalanan imigran. (Dok. Mola)

Saat itu, baik Shea maupun Thomas percaya bahwa mengajak James yang memiliki keahlian tempur dapat memberikan keuntungan bagi masing-masing pihak. Pasalnya, berbagai bahaya tak terduga mengintai selama perjalanan.

James tak langsung menerima tawaran tersebut. Akan tetapi, setelah mempertimbangkannya dengan matang, ia pun setuju untuk melakukan perjalanan secara beriringan.

Benar saja, dalam perjalanan, mereka harus menghadapi sejumlah hal berbahaya yang tak jarang membuat anggota perjalanan harus terluka, bahkan kehilangan nyawa.

Tak cuma modal adegan laga

Sama seperti Yellowstone, Sheridan selaku penulis naskah dan sutradara 1883 juga menghadirkan laga serta pertempuran yang layak untuk dinikmati.

Bahkan, adegan aksi pada 1883 dapat dikatakan menjadi salah satu daya tarik tertinggi dalam menikmati alur cerita pada serial tersebut.

Namun, kelebihan serial itu tak hanya terletak pada adegan pertempuran, tetapi juga sisi emosional dari tokoh-tokohnya.

Tokoh Shea, misalnya. Meski tangguh dan andal dalam pertempuran, karakter ini sejatinya tengah menanggung beban emosi yang sangat berat. Sebab, ia baru saja kehilangan istri yang begitu dicintainya.

Ia yang tak sepenuhnya menerima hal tersebut menjadi terguncang dan sangat rentan. Tak pelak, ia mengalami gangguan mental yang cukup serius. Hal tersebut juga mengganggu fokusnya dalam menunaikan tugas untuk mengawal para imigran.

Elliott mengatakan, karakter Shea sebagai pria yang tengah tersiksa seakan menghadirkan dua sisi berbeda pada penonton. Bagi Elliott, tokoh Shea merupakan gambaran sempurna layaknya seorang manusia yang telah mengalami banyak hal dalam hidup.

“Saya pernah memainkan karakter semacam ini sebelumnya, tetapi ada lebih banyak hal di pikiran Shea daripada koboi lain. Dia adalah veteran perang sipil dengan post-traumatic stress disorder (PTSD). Selain itu, dia juga kehilangan keluarga yang sangat dia cintai. Pada saat bersamaan, dia punya tugas untuk menjaga kontingen imigran sepanjang jalan. Ini sungguh berat,” ujar Eliott seperti dimuat outsider.com, Minggu (23/1/2022).

Senada dengan Elliott, May mengatakan bahwa masalah emosional juga jadi isu utama yang dihadapinya saat memerankan tokoh Elsa.

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2022/09/Mola-3-648x432.jpg

Elsa Dutton merupakan salah satu karakter paling menarik yang ada pada 1883. (Dok. Mola)

“Elsa adalah gadis muda yang tangguh dan pekerja keras. Ia merupakan pusat dari serial ini (1883). Namun, ia juga harus merasakan berbagai kepahitan pada serial tersebut, mulai dari upaya pemerkosaan hingga patah hati karena pria yang dicintainya ditembak mati. Ini benar-benar membuatnya putus asa,” kata May dari laman outsider.com.

Selain sisi laga dan drama yang emosional, keseruan serial tersebut pun semakin lengkap berkat kehadiran aktor kawakan asal AS, Tom Hanks. Aktor yang dua kali memenangi kategori Best Actor pada Academy Awards ini berperan sebagai kameo melalui karakter General George Meade.

Selain itu, serial tersebut juga menghadirkan sejumlah pemeran ternama lainnya, seperti Marc Rissmann dan Eric Nelsen.

Tuai respons positif

Berkat kelebihan tersebut, tak heran serial yang dibuat oleh rumah produksi Paramount Networks itu berhasil mendapat respons positif dari sejumlah pihak.

Menurut jurnalis film dari Variety, Joshua Alston, alur cerita pada serial yang memiliki 10 episode tersebut malah melampaui Yellowstone.

“1883 memiliki karakter, ruang lingkup, dan visi untuk menjadi babak baru yang menarik dari franchise Yellowstone. Serial ini juga menjadi contoh langka dari spin-off yang tidak pernah merasa terikat dengan materi sumbernya,” jelas Alston, seperti diberitakan popculture.com, Sabtu (8/1/2022).

Sementara itu, dilansir dari situs Rotten Tomatoes, serial 1883 memiliki rerata penilaian 88 persen dari kritikus film dan 80 persen dari penonton. Kemudian, serial tersebut mendapatkan skor rerata 8 pada situs IMDB.

Serial 1883 kini sudah bisa disaksikan di layanan Mola, baik melalui laptop atau komputer, TV pintar, maupun smartphone.

Memuat data...
Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan Mola TV.