TajaRUPST PT Vale Bagikan Dividen serta Tunjuk Direksi dan Komisaris Baru

RUPST PT Vale Bagikan Dividen serta Tunjuk Direksi dan Komisaris Baru

PT Vale Indonesia Tbk dan entitas anaknya menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (29/4/2021). RUPST diselenggarakan di dua lokasi berbeda dan disiarkan secara langsung melalui Microsoft Teams Live Event.

Pada RUPST, pemegang saham menerima Laporan Direksi dan Laporan Dewan Komisaris mengenai manajemen dan pengawasan terhadap manajemen perseroan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020. Pemegang saham juga menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020.

Dengan mempertimbangkan kondisi kas perusahaan dan proyeksi kebutuhan belanja modal dan modal kerja untuk keberlangsungan usaha perseroan, Dewan Komisaris pada rapat tanggal 27 April 2021 telah menyetujui rekomendasi direksi agar perseroan membagikan 40 persen dari laba bersih perseroan untuk tahun buku 31 Desember 2020 sebagai dividen kepada pemegang saham.

Pemegang saham akan menerima sebesar 0,00333 dollar AS untuk setiap 1 lembar saham yang memiliki IDX ticker INCO dan akan dibayarkan pada 28 Mei 2021.

Direksi dan komisaris baru

Sesuai keputusan RUPST 2020, masa jabatan Nicolas D Kanter sebagai Presiden Direktur berakhir pada saat penutupan RUPST 2021. Dewan Komisaris dan manajemen Perseroan menyampaikan terima kasih atas bakti dan dedikasi yang diberikan Nicolas D Kanter sebagai anggota Direksi Perseroan.

Selanjutnya, masa jabatan Febriany Eddy, Bernardus Irmanto, Dani Widjaja, Agus Superiadi dan Vinicius Mendes Ferreira, masing-masing sebagai direktur, juga berakhir pada saat penutupan RUPST 2021.

Memuat data...

Chief Executive Officer (CEO) dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk Febriany Eddy.

Pemegang saham menyetujui usulan pengangkatan Febriany Eddy sebagai Presiden Direktur Perseroan yang baru menggantikan Nicolas D Kanter untuk periode 3 tahun atau sampai dengan penutupan RUPST Perseroan pada tahun 2024.

Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Bernardus Irmanto, Dani Widjaja, Agus Superiadi, dan Vinicius Mendes Ferreira, masing-masing sebagai direktur untuk periode 3 tahun atau sampai dengan penutupan RUPST Perseroan pada tahun 2024.

Dengan demikian, komposisi direksi adalah sebagai berikut: Presiden Direktur Febriany Eddy; Wakil Presiden Direktur Adriansyah Chaniago; Direktur Bernardus Irmanto; Direktur Dani Widjaja; Direktur Agus Superiadi; dan Direktur Vinicius Mendes Ferreira.

Terkait Dewan Komisaris, pemegang saham menerima pengunduran diri Cory McPhee sebagai Komisaris Perseroan, serta menyetujui pengangkatan Nicolas D Kanter sebagai Komisaris Perseroan yang baru untuk periode 3 tahun atau sampai dengan penutupan RUPST Perseroan pada tahun 2024 dan pengangkatan kembali Raden Sukhyar sebagai Komisaris Independen Perseroan untuk periode 1 tahun atau sampai dengan penutupan RUPST Perseroan pada tahun 2022.

Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris Perseroan saat ini adalah sebagai berikut: Presiden Komisaris Mark James Travers; Wakil Presiden Komisaris Ogi Prastomiyono; Komisaris Luiz Fernando Landeiro; Komisaris Nicolas D Kanter; Komisaris Nobuhiro Matsumoto; Komisaris Rizal Sukma; Komisaris Alexandre Silva D'Ambrosio; Komisaris Independen Raden Sukhyar; Komisaris Independen Rudiantara; dan Komisaris Independen Dwia Aries Tina Pulubuhu.

Komitmen Presdir baru

Febriany Eddy yang terpilih menjadi Chief Executive Officer (CEO) dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk telah berkarier di Vale selama hampir 14 tahun dan menduduki jabatan-jabatan penting di dalam organisasi.

Febri memiliki hampir 22 tahun pengalaman kerja internasional di industri finansial maupun pertambangan. Ia pernah bekerja untuk PricewaterhouseCoopers di Jakarta dan di Amsterdam, Belanda, selama total 7 tahun. Perempuan kelahiran Palembang, 44 tahun lalu itu, terlibat dalam berbagai jenis pekerjaan dan proyek-proyek internasional dalam uji tuntas keuangan.

Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan pemegang titel MBA dari UCLA Anderson School of Management dan National University of Singapore itu memulai karier di PT Vale sebagai Manajer Pengawasan dan Evaluasi Proyek selama tiga tahun. Ia kemudian ditugaskan ke kantor regional Vale Base Metals Asia Pasifik dan Afrika yang berbasis di Brisbane, Australia, selama 2,5 tahun.

Di sana, Febri bertanggung jawab mengkoordinasikan perencanaan bisnis dan memonitor performa dari unit Base Metals di Indonesia, Jepang, China, Taiwan, dan Afrika. Sekembalinya ke Indonesia, ia menjabat sebagai CFO PT Vale dari tahun 2013 sampai 2018, dan menjabat Deputy CEO selama 2 tahun, sebelum akhirnya dilantik menjadi CEO.

Memuat data...

“Saya berkomitmen memimpin PT Vale untuk merealisasikan program pengembangan kita di Bahodopi, Pomalaa, dan Sorowako, yang mana program ini didasari oleh tujuan mulia untuk membawa kemakmuran bersama yang selalu mengutamakan kesehatan dan keselamatan, keberlanjutan, dan menciptakan manfaat untuk masyarakat luas secara keseluruhan," ujar Febri.

Menurut Febri, Nikel adalah produk penting yang dibutuhkan untuk mewujudkan ambisi dekarbonasi dunia. "Terlepas dari tantangan yang luar biasa, kami berkomitmen untuk mengurangi karbon dan mencapai karbon netral dalam proses produksi nikel kita pada tahun 2050," ujarnya.

Ia menambahkan, "Saya percaya pada pentingnya membangun PTVI menjadi organisasi yang mengutamakan keberagaman dan inklusi, sehingga PTVI bisa menjadi tempat bagi semua talenta.”

Di seluruh dunia, hanya 13 persen peran eksekutif C-suite di perusahaan tambang dipegang oleh perempuan, menurut laporan S&P Global Ratings. Hal itu menjadikan Febriany, yang masuk dalam Top 25 Most Influential Women in Treasury in Asia Pacific (2015), sebagai satu dari sedikit perempuan yang menempati posisi paling strategis di industri pertambangan.

Istri dari Leith dan dari Kyra dan Evan yang terpilih sebagai Asia’s Top Sustainability Superwomen 2019 itu juga aktif menyuarakan kesetaraan, keberagaman, inklusi, dan keberlanjutan, melalui berbagai forum, seperti Women in Mining & Energy (WIME), Indonesia Business Council for Women Empowerment (IBCWE), dan kini menjabat sebagai Vice President Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD). Kecintaannya terhadap laut Indonesia membuat dirinya menekuni hobi menyelam dan menjadikan keberlanjutan sebagai misi pribadi.

Febriany berkomitmen untuk mewujudkan budaya perusahaan learning together (belajar bersama). Dengan SDM dan budaya yang tepat, PT Vale akan dapat mewujudkan ambisi menjadi perusahaan hebat yang dicintai oleh masyarakat luas. [*]

Memuat data...
Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan PT Vale Indonesia Tbk.