TajaPNBP Imigrasi Tembus 4T, Tunjang Optimalisasi Pelayanan dan Pengawasan Keimigrasian

PNBP Imigrasi Tembus 4T, Tunjang Optimalisasi Pelayanan dan Pengawasan Keimigrasian

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2022/12/ILUSTRASI-IMIGRASI-1-768x432.jpg
SHUTTERSTOCK

Ilustrasi keimigrasian

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Direktorat Jenderal Imigrasi mencapai angka Rp 4 triliun pada Kamis (1/12/2022). Pemasukan tertinggi berasal dari layanan visa, yang menyentuh hampir Rp 1,8 triliun.

“Peningkatan PNBP tahun 2022 yang signifikan harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk optimalisasi penegakan hukum keimigrasian. Pengelolaan PNBP harus tepat guna dan tidak digunakan secara eksesif untuk hal-hal yang tidak esensial,” kata Plt Direktur Jenderal Imigrasi Widodo Ekatjahjana di Batam.

Ia menjelaskan, menurut pemeriksaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terdapat potensi loss PNBP sekitar Rp 3 triliun per tahun dengan diterapkannya kebijakan Bebas Visa Kunjungan yang ditujukan bagi 169 negara (sebelum pandemi Covid-19).

Akan tetapi, dengan diterapkannya penangguhan pemberian BVK dan penerapan Visa on Arrival bagi negara-negara tersebut sejak masa pandemi, PNBP Direktorat Jenderal Imigrasi menembus angka Rp 4 triliun. Angka ini hampir empat kali lipat jika dibandingkan dengan realisasi target PNBP tahun lalu. Capaian pendapatan ini adalah indikator fungsi Imigrasi sebagai fasilitator pembangunan ekonomi masyarakat.

Adapun realisasai PNBP berdasarkan OMSPAN per 30 November 2022 pukul 19.49 adalah Rp 4.030.090.797.551 dengan rincian paspor Rp 1.209.072.500.000; visa Rp 1.766.249.697.550; izin tinggal Rp 948.364.100.000; dan kim lainnya Rp 106.404.500.001.

“Realisasi belanja kita sejauh ini hanya fokus di pelayanan. Padahal untuk wilayah kerja keimigrasian yang memiliki wilayah laut seperti Kepri, fokus di pengawasan juga dibutuhkan. Oleh karena itu, Ditjen Imigrasi menganggarkan untuk 10 kapal patroli pada tahun 2023,” ungkapnya.

Realisasi target PNBP tahun ini bahkan lebih tinggi jika dibandingkan dengan penerimaan negara dari Imigrasi sebelum pandemi. Pada 2017, realisasi PNBP Ditjen Imigrasi adalah Rp 1,8 triliun, sedangkan pada 2018 mencapai Rp 2,1 triliun. Tepat sebelum pandemi dimulai, Imigrasi mencetak angka penerimaan sebesar Rp 2,5 triliun hingga akhir 2019. [*]

Memuat data...
Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan Imigrasi Kemenkumham.
Iklan