TajaNilai Gotong Royong Makin Bersemi di Kawasan Urban Kota Mandiri

Nilai Gotong Royong Makin Bersemi di Kawasan Urban Kota Mandiri

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2022/09/Presentation1-1-768x432.jpg
Dok Shutterstock/Chayanuphol

Ilustrasi kebersamaan dalam kultur gotong royong. (Dok Shutterstock/Chayanuphol)

Nilai gotong royong sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke.

Meski tiap daerah punya sebutan berbeda untuk tradisi tersebut, inti dan maknanya satu dengan yang lain sama, yakni bekerja bersama-sama atau tolong-menolong.

Di Gorontalo, misalnya, gotong royong disebut dengan istilah hayula. Dalam tradisi tersebut, setiap orang yang hendak membangun rumah akan melakukan motiayo atau meminta bantuan kepada kerabat, tetangga, atau saudara. Tujuannya, untuk meringankan beban kerja pemilik rumah.

Setiap kerabat yang terlibat motiayo akan mengumpulkan bahan bangunan sesuai kesepakatan bersama. Sementara, pihak yang meminta bantuan wajib memberikan makanan kepada mereka yang sukarela (mohubode) membantu sebagai wujud balas jasa.

Lain Gorontalo, lain pula di Jawa. Salah satu tradisi unik gotong royong masyarakat Jawa adalah sinoman alias nyinoman. Tradisi ini bisa dijumpai dalam acara pernikahan atau hajatan lain di pedesaan.

Tradisi sinoman melibatkan seluruh warga sekitar kampung, baik pria maupun wanita. Pemilik hajat meminta tetangga atau kerabat untuk membantu menyukseskan gelaran pesta.

Kaum pria bertugas mendirikan tenda, menata kursi, dan meja. Sementara, wanita mengolah penganan di dapur. Saat tamu berdatangan, warga yang terlibat sinoman menjamu dan menyuguhkan hidangan layaknya pramusaji.

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2022/09/Kota-Baru-Parahyangan-1-768x432.jpg
Dok Kota Baru Parahyangan

Tradisi guyub yang dipertahankan warga KBP tecermin dalam gelaran Upacara Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia (RI) yang diinisiasi oleh warga yang terhimpun dalam FKPT KBP. Pada gambar ini, warga turut berpartisipasi sebagai petugas upacara yang digelar di halaman Marketing Gallery KBP. (Dok Kota Baru Parahyangan)

Gotong royong di kota mandiri

Tak hanya di pedesaan, tradisi gotong royong juga bisa ditemukan dalam kehidupan kaum urban di perkotaan, salah satunya di Kota Baru Parahyangan (KBP) di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar).

Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Tatar (FKPT) KBP Arfan Yanuarza menceritakan upaya warga KBP dalam merawat nilai gotong royong. Arfan mengatakan, tinggal di kota mandiri yang sarat modernitas tak berarti budaya guyub dan gotong royong ikut luntur.

“Kami menyadari, meski tinggal di kawasan residensial, sebagai makhluk sosial tentu saling membutuhkan satu dengan lainnya. Kalau sakit, siapa yang nolong kalau bukan tetangga?” ujar Arfan kepada Kompas.com, Jumat (12/8/2022).

Arfan menambahkan, kesamaan rasa tersebut merupakan spirit awal pembentukan FKPT KBP pada 2017. FKPT terbentuk secara organik atas inisiatif warga tatar. Kemudian, warga mengusulkan kepada manajemen KBP sebagai pengelola kawasan.

Bak gayung bersambut, manajemen KBP memberi lampu hijau pembentukan FKPT KBP. Bahkan, manajemen mengakomodasi berbagai program yang dikelola oleh FKPT. Adapun tagline yang diusung FKPT KBP adalah “Tetanggaku adalah Saudaraku".

“Tagline tersebut diresapi setiap warga KBP. FKPT menaungi 24 tatar yang ada di KBP. Berbagai persoalan dalam kehidupan bertetangga di lingkungan KBP diselesaikan secara musyawarah dengan prinsip kekeluargaan,” terang Arfan.

Arfan menuturkan, pandemi Covid-19 merupakan salah satu momentum yang mengeratkan hubungan sesama warga KBP. Ketika salah satu warga terpapar Covid-19, penduduk KBP secara kolektif memberikan dukungan dalam bentuk makanan dan vitamin sebagai wujud dukungan moral.

FKPT pun berinisiatif membentuk satuan tugas (satgas) Covid-19 di KBP, serta menggelar program vaksinasi bagi warga KBP dan masyarakat di Bandung Raya.

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2022/09/Kota-Baru-Parahyangan-2-768x432.jpg
Dok Kota Baru Parahyangan

Pengibaran bendera merah putih dalam Upacara Kemerdekaan ke-77 RI 2022 yang diinisiasi oleh warga yang tergabung dalam FKPT KBP. (Dok Kota Baru Parahyangan)

“Nilai solidaritas warga KBP juga tecermin ketika terjadi bencana nasional, seperti tsunami di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) dan erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur (Jatim). Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat semakin kompak dan guyub,” ungkapnya.

Komunitas Hayu Hejo

Wujud kebersamaan warga KBP juga tecermin dalam berbagai komunitas yang dipayungi manajemen KBP. Sejumlah komunitas terbentuk secara organik di KBP, mulai dari fotografi, sepeda, senam, lari, motor club, hingga lingkungan hidup dan gaya hidup sehat.

Salah satu komunitas yang giat menghimpun warga KBP untuk saling membaur dalam kegiatan terkait lingkungan hidup adalah Komunitas Hayu Hejo.

Ketua Komunitas Hayu Hejo KBP Endy Rustandi mengatakan bahwa modal sosial (social capital) warga KBP semakin kuat berkat keberadaan komunitas. Melalui kegiatan penghijauan dan bercocok tanam, nilai kebersamaan kian terjalin.

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2022/09/Kota-Baru-Parahyangan-3-768x432.jpg
Dok Kota Baru Parahyangan

Dalam menjalankan kegiatan edukasi kepada warga, Komunitas Hayu Hejo menghidupkan laboratorium tanam yang diakomodasi manajemen KBP. Wahana tersebut berupa lahan untuk melakukan berbagai penelitian, salah satunya pengaruh ekoenzim terhadap pertumbuhan tanaman sayuran dan kualitas air kolam ikan. (Dok Kota Baru Parahyangan)

“Berawal dari 12 orang, kini anggota aktif Komunitas Hayu Hejo mencapai 200 orang. Hayu Hejo semakin berkembang dan menjadi komunitas yang diperhitungkan di wilayah Bandung Raya dalam menggelar berbagai aksi berkonsep gaya hidup sehat yang selaras dengan alam,” kata pria yang akrab disapa Abah itu.

Abah menambahkan, agenda tahunan yang digelar Komunitas Hayu Hejo adalah Pasar Hejo. Program ini pertama kali diselenggarakan pada 2016. Tak hanya bagi warga KBP, masyarakat Bandung Raya pun turut menyemarakkan event ini. Pada 2018, total pengunjung mencapai 4.500 orang.

Menurut Abah, bersama manajemen KBP, Komunitas Hayu Hejo bersinergi mengampanyekan gaya hidup sehat dengan mengusung tagline “Hayu Hejo...! Bumi Hejo...! Bumi Hejo...! Bumi Sehat...!”.

“Perlahan tapi pasti, Komunitas Hayu Hejo berhasil mengajak warga KBP merealisasikan go green lifestyle, mulai dari pilah dan olah sampah, pengomposan, bercocok tanam, konsumsi produk-produk sehat, hingga menularkan semangat yang sama kepada warga di luar KBP,” jelas Abah.

Dalam menjalankan kegiatan edukasi kepada warga, lanjut Abah, Komunitas Hayu Hejo menghidupkan “laboratorium tanam” yang diakomodasi manajemen KBP, yakni ECO GARDEN – KHH Kota Baru Parahyangan. Wahana tersebut berupa lahan untuk melakukan berbagai penelitian, salah satunya pengaruh ekoenzim terhadap pertumbuhan tanaman sayuran dan kualitas air kolam ikan.

Komunitas Hayu Hejo juga mengusulkan kepada manajemen KBP agar wahana tersebut ditingkatkan menjadi tempat belajar berkebun bersama warga paguyuban tatar, baik sayuran, buah-buahan, maupun tanaman hias. Wahana ini juga dapat dioptimalisasi sebagai tempat penyelenggaraan pelatihan ataupun pameran.

Kini, setiap tatar memiliki bedeng untuk ditanami berbagai benih dan bibit tanaman sayuran, seperti kol, cabai, selada, tomat, dan paprika.

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2022/09/Kota-Baru-Parahyangan-4-768x432.jpg
Dok Kota Baru Parahyangan

Solidaritas kuat warga KBP sejalan dengan salah satu visi KBP, yaitu menjadi kota mandiri, madani, dan alami. Aspek madani tecermin dari populasi yang tinggal dan berinteraksi di KBP sehingga menjadi agen perubahan (agent of change) bagi lingkungan sekitar.(Dok Kota Baru Parahyangan)

“Tujuannya, sebagai ruang belajar dan berkegiatan bersama-sama untuk memupuk kebersamaan. Alhasil, Komunitas Hayu Hejo turut andil dalam menjaga dan menerapkan prinsip guyub dan nilai gotong royong,” terang Abah.

Sementara itu, Direktur PT Belaputera Intiland Ryan Brasali mengapresiasi inisiatif warga KBP membentuk FKPT dan partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan komunitas.

Ryan menilai, solidaritas kuat warga KBP sejalan dengan salah satu visi KBP, yaitu menjadi kota mandiri, madani, dan alami. Aspek madani tecermin dari populasi yang tinggal dan berinteraksi di KBP sehingga menjadi agen perubahan (agent of change) bagi lingkungan sekitar. Manfaat hubungan sosial yang erat antarwarga, lanjut Ryan, terasa saat berhadapan dengan situasi genting, termasuk pandemi Covid-19.

“Budaya guyub biasanya mudah ditemukan dalam kehidupan bermasyarakat di pedesaan. Berkat nilai gotong royong yang terbentuk dalam interaksi sosial warga KBP, keguyuban juga terjalin di KBP lewat FKPT dan komunitas-komunitas di dalamnya,” jelas Ryan.

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2022/09/Kota-Baru-Parahyangan-5-768x432.jpg
Dok Kota Baru Parahyangan

Anggapati Residence di Kota Baru Parahyangan mengusung konsep hunian secondary road atau frontage house yang terdiri atas dua lantai. Bagian halaman depan dilengkapi pagar karena berhadapan langsung dengan jalan utama. (Dok Kota Baru Parahyangan)

Pertumbuhan KBP selama pandemi

Untuk diketahui, seiring 20 tahun pengembangan KBP sebagai kota mandiri, kawasan residensial ini semakin lengkap dengan berbagai fasilitas dan pembangunan fisik.

Ryan mengatakan, pada masa pandemi Covid-19, bisnis KBP tumbuhan positif. Selama pandemi, KBP makin giat membangun hunian, sarana, dan infrastruktur pendukung.

Hal itu ditandai dengan peresmian sejumlah sarana pendukung pada 2021, di antaranya infrastruktur flyover simpang Padalarang dan ritel furniture IKEA.

Flyover simpang Padalarang dan IKEA diresmikan di KBP di tengah pandemi pada 2021. Pembangunan flyover tersebut digenjot guna meningkatkan aksesibilitas. Sementara, IKEA melengkapi fasilitas yang dibutuhkan warga KBP dan masyarakat di Bandung Raya,” ujar Ryan.

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2022/09/Kota-Baru-Parahyangan-6-768x432.jpg
Dok Kota Baru Parahyangan

Guna menunjang gaya hidup baru pascapandemi, Anggapati Residence mengakomodasi kebutuhan penghuni yang bisa dioptimalkan sebagai ruang kerja ataupun area produktif lainnya. (Dok Kota Baru Parahyangan)

Adapun untuk menunjang sebuah kota mandiri, KBP telah membangun town center dan commercial area. Sejumlah brand internasional telah bergabung di KBP, seperti Parahyangan Golf, dan CELLINI.

Fasilitas pendukung untuk pendidikan juga dibangun di KBP saat pandemi, yaitu pengembangan SMP BPK Penabur dan Sekolah Bina Persada. Sekolah ini melengkapi empat sekolah lain yang sudah ada di KBP.

Di KBP juga sudah tersedia Parahyangan Golf yang merupakan championship course. Sesuai rencana, bakal dibangun open lifestyle center untuk memenuhi kebutuhan sesuai tren gaya wisata belanja masyarakat saat ini.

Pembangunan sarana rekreasi water park juga terus berjalan dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2022. Bisnis makanan di KBP juga tumbuh signifikan yang ditandai kehadiran investor bidang food and beverage (F&B), yakni McDonald. Sesuai rencana, Starbucks juga akan membuka gerai di KBP.

“Kemudian, sektor perbankan juga ikut meramaikan kawasan KBP, mulai dari BCA, Bank BJB, OCBC NISP, CIMB Niaga, BNI, Mandiri, BRI, Maybank, dan Bank Permata,” kata Ryan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Kota Baru Parahyangan, Anda bisa klik tautan ini atau menghubungi 0877-2268-3888.

Memuat data...
Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan Kota Baru Parahyangan.
Iklan