TajaMenteri PANRB, Utamakan Speed, Inovasi, dan Marketing

Menteri PANRB, Utamakan Speed, Inovasi, dan Marketing

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2022/09/Kemenpan-768x432.jpg

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas.

Setelah dilantik menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas sudah menentukan prioritas dalam menjabarkan arahan dan program yang ditetapkan Presiden Joko Widodo.

Kepada jajarannya, Menteri PANRB menekankan pentingnya memiliki pola pikir yang inovatif dan tidak terkungkung pada cara-cara lama. Ada tiga poin yang ditekankan Menteri PANRB yaitu speed, inovasi, dan marketing.

Terkait speed, Mantan Bupati Banyuwangi ini meminta jajaran Kementerian PANRB harus bekerja dengan cepat. “Speednya harus kita tingkatkan, dan kantor ini tentu menjadi agen perubahan bagi semua kementerian dan lembaga,” ujarnya di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Terkait inovasi, Azwar Anas mengungkapkan bahwa inovasi dapat muncul dengan adanya kolaborasi dan sinergi antara pimpinan dan staf. “Kalau di kantor ini selain bertemu dengan pimpinan tinggi, saya juga bertemu dengan staf. Justru dari staf inilah saya menemukan inovasi untuk menyelesaikan masalah,” ungkapnya.

Terakhir, marketing atau komunikasi juga merupakan hal yang penting menurut Azwar Anas. Hal itu berkaitan dengan pencapaian target kinerja yang ditetapkan. “Apapun yang hebat yang kita jaga di kantor ini. Kalau cara komunikasi dengan stakeholder kita tidak tepat, maka kita akan kesulitan melakukan pencapaian target,” tuturnya.

Kebutuhan dasar

Sementara itu, Menteri PANRB menjelaskan, arah kebijakan pengadaan ASN tahun 2022 adalah fokus pada pelayanan dasar yaitu guru dan tenaga kesehatan, yang sangat berkaitan erat dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) sesuai prioritas Presiden Joko Widodo.

Azwar Anas menyoroti terkait pemerataan. Ia menceritakan pengalamannya saat menjadi Bupati, yang tidak dapat menolak ketika orang meminta mutasi, dengan berbagai alasan. Hal itu mengakibatkan pemerataan tenaga pendidik tidak akan terwujud meskipun jumlah formasi diberikan kepada daerah sudah banyak.

Dikatakan jika saat ini persebaran guru belum merata dan masih terpusat di Pulau Jawa. Berdasarkan hal tersebut dirinya juga telah melakukan kordinasi dengan instansi terkait serta para kepala daerah agar terjadinya pemeretaan ASN guru khususnya pada daerah 3T.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementerian PANRB menetapkan sebanyak 530.028 kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) nasional tahun 2022 (data per 6 September 2022). Jumlah tersebut merupakan total dari penetapan kebutuhan untuk instansi pusat sebanyak 90.690 dan instansi daerah sebanyak 439.338. Kebutuhan daerah terinci sebanyak 319.716 PPPK Guru, 92.014 PPPK Tenaga Kesehatan, dan 27.608 PPPK Tenaga Teknis. [*]

Memuat data...
Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.