logo Kompas.ID

Taja

TajaFokus China: China-ASEAN Expo Dibuka, Menampilkan Ekonomi Digital, Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP)

Fokus China: China-ASEAN Expo Dibuka, Menampilkan Ekonomi Digital, Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP)

Memuat data...
DOK XINHUA/LI XUEREN

Presiden China, Xi Jinping berpidato dalam upacara pembukaan China-ASEAN Expo ke-17 dan China-ASEAN Business and Investment Summit melalui video pada tanggal 27 November 2020.

Kerja sama ekonomi digital menjadi agenda utama pertemuan puncak tahun ini karena ekonomi digital ASEAN diperkirakan meningkat sebesar 1,3 persen dari PDB kelompok tersebut pada tahun 2015 menjadi 8,5 persen pada tahun 2025.

China-ASEAN Expo ke-17 dan China-ASEAN Business and Investment Summit dimulai pada Jumat (27/11/2020), yang berfokus pada kerja sama ekonomi digital yang berkembang pesat dan implementasi pakta perdagangan besar yang ditandatangani baru-baru ini.

Presiden China Xi Jinping menyerukan penumbuhan komunitas yang lebih dekat dengan masa depan bersama bagi China dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) ketika menyampaikan pidatonya melalui video pada upacara pembukaan.

Mengusung tema "Membangun Sabuk dan Jalan, Memperkuat Kerja Sama Ekonomi Digital", expo tahun ini bertujuan untuk memperdalam kerja sama di bidang perdagangan, ekonomi digital, iptek, kesehatan, dan bidang lainnya.

Dengan area Expo seluas 104.000 meter persegi, ajang megah ini memiliki 5.400 stan di Nanning, ibu kota Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China Selatan. Lebih dari 1.500 perusahaan dari dalam dan luar negeri akan berpartisipasi secara virtual dalam acara yang diselenggarakan selama empat hari tersebut, menurut pihak penyelenggara.

Expo ini juga akan menjadi tuan rumah bagi 11 forum tingkat tinggi dan lebih dari 160 kegiatan promosi ekonomi dan perdagangan.

Mendorong kerja sama digital

Tahun ini ditetapkan sebagai Tahun Kerja Sama Ekonomi Digital China-ASEAN. Penguatan kerja sama ekonomi digital menjadi seruan bersama para pemimpin ASEAN pada upacara pembukaan.

"China merupakan salah satu negara yang berada di garda terdepan dalam pengembangan, investasi, dan pemanfaatan teknologi digital di dunia. Dalam hal ini, peningkatan kerja sama di bidang teknologi digital, di bawah Inisiatif Sabuk dan Jalan, akan menjadi agenda penting pada masa depan," tutur Perdana Menteri Kamboja Samdech Techo Hun Sen melalui video pada upacara pembukaan expo.

Memuat data...
DOK VNA VIA XINHUA

Upacara penandatanganan perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional diadakan melalui konferensi video di Hanoi, ibu kota Vietnam, 15 November 2020.

Ekonomi digital ASEAN diperkirakan akan meningkat sebesar 1,3 persen dari PDB kelompok tersebut pada tahun 2015 menjadi 8,5 persen pada tahun 2025, menurut Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi, yang menambahkan bahwa China memimpin pengembangan infrastruktur digital dan merupakan mitra penting bagi ASEAN dalam mempromosikan ekonomi digital di wilayah tersebut.

Peningkatan kemitraan ekonomi komprehensif regional

Expo tahun ini juga menyoroti Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP), pakta perdagangan terbesar di dunia, yang ditandatangani pada awal bulan ini oleh 15 negara Asia Pasifik, termasuk 10 negara anggota ASEAN dan China. Ini adalah langkah besar untuk integrasi ekonomi regional, multilateralisme, dan perdagangan bebas.

Pameran tersebut menampilkan area pameran "Belt and Road", dan perusahaan dari negara-negara RCEP termasuk Jepang, Republik Korea, Australia, dan Selandia Baru, telah berpartisipasi dalam ajang tersebut, menurut Wang Lei, sekretaris jenderal dari sekretariat pameran tersebut.

Dialog tingkat tinggi yang dilakukan selama pameran tersebut akan mendorong partisipasi yang lebih besar dari anggota RCEP dalam pembangunan Sabuk dan Jalan, kata Wang, sambil menambahkan bahwa pameran tersebut akan membantu mengintegrasikan keunggulan pasar dan sumber daya dari 10 anggota ASEAN, dengan modal dan keunggulan teknis dari anggota RCEP lainnya.

"Saya percaya bahwa RCEP juga akan memberikan dasar yang kokoh untuk lingkungan perdagangan global yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan," kata Presiden Myanmar U Win Myint pada upacara pembukaan pameran.

Xu Ningning, Presiden Eksekutif Dewan Bisnis China-ASEAN, mengatakan bahwa pembukaan pasar dari 15 negara, satu sama lain akan membawa perubahan baru dan kerja sama antarkawasan yang lebih erat. [Xinhua]

Memuat data...
Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan XINHUA NEWS.