logo Kompas.id
TajaAir untuk Kemakmuran Bersama, ...

Air untuk Kemakmuran Bersama, Mandat bagi Pemda di Forum Air Dunia ke-10

Indonesia terpilih sebagai tuan rumah 10th World Water Forum (Forum Air Dunia) yang akan diselenggarakan di Bali pada 18-25 Mei 2024. Tema kali ini yakni “Water for Shared Prosperity”. Kita tidak hanya mendapatkan kehormatan, tetapi juga tanggung jawab yang berat.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Artikel ini merupakan kerja sama antara harian Kompas dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
· 5 menit baca
https://cdn-assetd.kompas.id/lhug1xGIGVeoKZlDL6lmQ1OvogU=/1024x1532/https%3A%2F%2Ftaja.kompas.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2024%2F04%2Fpas-foto-latar-putih-720x1077.jpg

Firdaus Ali, PhD.

- Pendiri & Pimpinan Indonesia Water Institute

- Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat Bidang Manajemen Sumber Daya Air

- Wakil Presiden Dewan Air Asia

Indonesia adalah negara ketiga di Asia yang terpilih dan dipercaya oleh Badan Air Dunia menjadi tuan rumah untuk forum air terbesar di dunia ini. Selain itu, menjadi yang pertama kali diadakan di Asia Tenggara. 10th World Water Forum ini akan membawa kesempatan emas untuk mendorong kemajuan dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan inklusif, khususnya di tengah tantangan berat pascapandemi, pertumbuhan penduduk yang sudah melebihi 8 miliar, serta bencana hidrometeorologi yang terus meningkat.

Sebagai negara kepulauan yang terdiri atas 17.001 pulau dan memiliki populasi mencapai hampir 280 juta jiwa, Indonesia merupakan laboratorium alam yang sangat luas untuk belajar memahami kompleksitas isu pengelolaan sumber daya air. 10th World Water Forum tidak hanya penting bagi dunia, tetapi juga vital bagi Indonesia yang kerap kali dilanda krisis pangan akibat rendahnya ketahanan air.

Oleh karena itu, forum ini harus menjadi fokus agenda pemerintahan 2024-2029 untuk memperkuat ketahanan air dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sebagaimana dijanjikan dalam Pemilu 2024 yang baru saja selesai, sekaligus menyongsong Pilkada Serentak pada November 2024 mendatang.

Subtema yang akan dibahas di 10th World Water Forum, seperti “Water for Human and Nature dan Sustainable Water Finance”, harus menjadi cakrawala baru bagi pemerintah daerah (pemda) dalam merancang dan mengimplementasikan kebijakan pengelolaan air. Peran mereka tak terelakkan karena setiap keputusan dan kebijakan terkait air berdampak langsung kepada masyarakat lokal.

Pemda juga dituntut harus berperan aktif dalam disaster risk reduction and management, mengingat mereka berada di garis terdepan dalam menangani bencana, terutama bencana terkait air dan cuaca (hidro­meteorologi). Keterlibatan mereka dalam melakukan diplomasi air (hydro-diplomacy) juga krusial untuk mampu menyelesaikan seluruh dan setiap konflik air antardaerah dan antarmasyarakat, terutama di kawasan yang berbagi sumber daya air lintas batas wilayah administratif.

Pentingnya sustainable water finance tidak bisa diremehkan. Pemda harus mampu memastikan alokasi dana yang cukup dan proporsional sambil terus secara aktif dan kreatif mencari sumber-sumber pembiayaan baru untuk investasi infrastruktur air terpadu yang berkelanjutan.

Hal itu sejalan dengan subtema “Knowledge and Innovationyang mendesak pemda untuk memelopori penggunaan teknologi mutakhir dan praktik terbaik dalam pengelolaan air. Jangan sampai hambatan fiskal dijadikan alasan untuk tidak bisa mengelola sumber daya air yang harusnya mengantarkan masyarakat menjadi lebih sejahtera yang jauh dari bencana terkait air yang selama ini jamak dialami masyarakat kita.

Peringatan dini bagi pemda

Partisipasi aktif pemda pada 10th World Water Forum juga penting dalam mewujudkan target Sustainable Development Goals (SDGs) No 6—Air Bersih dan Sanitasi untuk Semua. Pencapaian target ini tidak mungkin dilakukan tanpa upaya yang konkret dan inovatif dari pemerintah di tingkat lokal (tentunya dengan bantuan bimbingan dari pemerintah pusat).

Dalam konteks ini, forum ini harus dijadikan sebagai peringatan dini bagi pemda untuk memperkuat kerja sama, baik antarpemda maupun dengan sektor swasta dan masyarakat sipil. Mereka harus mendekatkan diri pada masyarakat, memahami kebutuhan mereka, serta mengembangkan solusi yang tepat guna dan berkelanjutan.

Penting juga untuk menekankan bahwa “Water for Shared Prosperity” tidak hanya soal pembagian sumber daya, tetapi juga soal keadilan dan kesetaraan. Ini berarti bahwa setiap individu, terlepas dari status sosial ekonominya, harus memiliki akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak.

Peran dan keberdayaan perempuan serta keterlibatan anak-anak muda sebagai generasi masa depan Indonesia menjadi kunci penentu keberhasilan kita dalam mengelola sumber daya yang tidak tergantikan oleh apa pun sampai berakhirnya peradaban ini kelak.

Di tengah perubahan iklim yang dampaknya semakin nyata dan dan tidak terelakan serta tantangan sosio-ekonomi dan politik yang kian kompleks, 10th World Water Forum yang akan diselenggarakan pada 18-25 Mei 2024 di Bali bukan hanya forum diskusi 3 tahunan. Ini adalah panggilan untuk aksi, kesempatan untuk memperkokoh komitmen, dan platform untuk berbagi pengetahuan serta inovasi.

Siapa pun yang akan hadir di Bali nanti, harus meninggalkan Bali dengan rencana kerja yang jelas, tanggung jawab yang terdefinisi, dan kemitraan yang lebih kuat untuk memastikan bahwa air, sebagai sumber kehidupan, menjadi kunci kemakmuran bersama.

Ketika 10th World Water Forum berakhir, kita harus memastikan bahwa pemerintah daerah tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai agen perubahan yang berkomitmen untuk mengimplementasikan pembelajaran dan kesepakatan yang telah dicapai. Kerja sama internasional yang dibangun harus terus dipupuk sehingga kapasitas lokal dalam mengelola sumber daya air dapat ditingkatkan.

Bali, dengan keindahan alam dan warisan budayanya, akan menjadi saksi atas komitmen global dan lokal terhadap pengelolaan air yang lebih baik. Dunia akan melihat Bali mempunyai tradisi luhur yang panjang dan terpelihara dalam mengelola air secara bijak melalui sistem subak yang sudah diakui UNESCO sejak 6 Juni 2012 sebagai salah satu warisan dunia. Pemda di Indonesia memiliki kesempatan untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa mereka mampu memimpin dan mengambil langkah konkret dalam menghadapi tantangan air yang ada.

Forum ini juga harus menjadi momentum bagi pemda untuk lebih mendengarkan suara masyarakat, terutama kelompok rentan dan masyarakat adat yang sering kali terpinggirkan dalam diskusi mengenai sumber daya air. Pemda wajib memastikan bahwa semua kebijakan dan program yang dirancang mencerminkan kebutuhan dan aspirasi mereka.

Akhirnya, pencapaian kesepakatan di 10th World Water Forum harus ditindaklanjuti dengan mekanisme pemantauan dan evaluasi yang kuat untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar membawa perubahan nyata. Pemda harus menjadi contoh dalam transparansi dan akuntabilitas, membangun kepercayaan publik melalui kinerja yang dapat diukur dan hasil yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Kita harus ingat bahwa air tidak hanya komoditas ekonomi, tetapi juga warisan budaya dan faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan. Oleh karena itu, upaya yang dilakukan harus menyeluruh dan berkelanjutan, melibatkan semua pihak, dan terus beradaptasi dengan perubahan zaman dan tantangan yang muncul.

Forum Air Dunia ke-10 di Bali merupakan kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Ini adalah saat bagi Indonesia, khususnya pemda, untuk menunjukkan kepemimpinan dan komitmen dalam mengatasi isu air secara global. Dengan bekerja sama, berbagi pengetahuan, dan mengedepankan inovasi, kita bisa mencapai “Water for Shared Prosperity” dan memastikan bahwa air, sebagai sumber kehidupan, menjadi aset berharga yang dapat dinikmati oleh semua orang, tanpa pengecualian.

Logo Kompas
Logo iosLogo android
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000