Taja5 Kriteria Guru Berkualitas pada Era Digitalisasi Saat Ini

5 Kriteria Guru Berkualitas pada Era Digitalisasi Saat Ini

https://d2huqozv2aqnkj.cloudfront.net/wp-content/uploads//2023/01/1901-Taja-Sampoerna-univ-4-5-kriteria-guru-berkualitas-768x432.jpg
Dok. Sampoerna University

Ilustrasi guru pada era digital saat ini.

Derasnya perkembangan digital semakin memudahkan berbagai sektor, termasuk di dunia pendidikan. Hal ini mendorong tenaga pendidik beradaptasi terhadap teknologi agar proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan berkualitas.

Untuk meraih hal tersebut, para guru harus mempunyai karakteristik yang sejalan dengan perkembangan digital. Berikut ini lima karakteristik guru berkualitas pada era digital yang dilansir dari laman parenitingalpha.com.

Kreatif dan inovatif

Para guru di zaman sekarang harus dapat menerapkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif guna menggali minat dan motivasi siswa. Hal ini dapat menumbuhkan pemikiran dan imajinasi yang relevan.

Melalui pembelajaran yang memasukkan unsur kreativitas dan inovasi, siswa dapat lebih bereksplorasi dalam belajar, terutama teknologi. Ini bisa membantu siswa untuk lebih siap bersaing di dalam dunia kerja.

Mampu berkolaborasi

Semangat kolaborasi antara guru dengan siswa dan orangtua siswa dapat menciptakan lingkungan belajar mengajar yang kohesif. Pasalnya, untuk menunjang pendidikan berkualitas, guru dan orangtua harus bersedia berbagi informasi.

Kemudian, dengan kemampuan siswa belajar mandiri melalui internet, guru juga perlu membangun kolaborasi yang baik dengan siswa agar dapat memberi pembelajaran relevan.

Fleksibel dan adaptif

Guru harus bersikap fleksibel dan adaptif terhadap lingkungan belajar. Guru zaman now perlu menerima perubahan, termasuk menerapkan model belajar yang berpusat pada siswa. Dengan semakin mudahnya siswa mengakses informasi dan pengetahuan dari internet, peran guru makin dibutuhkan untuk melakukan pengawasan.

Guru juga ditantang untuk mampu beradaptasi dan fleksibel memahami kebutuhan, kekuatan, kelemahan, serta pengaruh teknologi dalam proses pembelajaran.

Mengembangkan kemampuan teknologi

Pada era digital seperti saat ini, teknologi merupakan tumpuan untuk mendukung beragam aktivitas. Oleh sebab itu, guru perlu memiliki karakteristik yang mampu mengembangkan kemampuan teknologi dengan baik.

Sebagai tenaga pendidik, guru harus mau mencoba berbagai teknologi baru, kemudian menyeimbangkannya dengan model pembelajaran lebih relevan. Hal ini akan berdampak pada pendidikan serta pengetahuan yang diterima siswa.

Menjadi mentor bagi siswa

Dalam perjalanan menuju kedewasaan, siswa melewati berbagai tantangan, seperti paparan budaya global, munculnya perubahan moral, dan perkembangan internet. Untuk itu, dibutuhkan peran guru yang tak hanya memberikan pembelajaran dalam bentuk materi melainkan harus dapat menjadi mentor bagi siswa.

Dengan demikian, siswa merasa guru merupakan sosok yang dapat diandalkan untuk mengarahkan mereka dalam menghadapi tantangan.

Itulah lima karakteristik yang perlu dimiliki oleh guru pada era digitalisasi seperti saat ini. Sebagai upaya untuk menciptakan karakteristik guru yang berkualitas dan melek teknologi, Sampoerna University, sebagai salah satu universitas bertaraf internasional, menghadirkan kurikulum holistik berbasis teknologi pada fakultas pendidikannya.

Kurikulum tersebut menekankan pada pendekatan multidisiplin, teknologi, kemampuan berpikir reflektif, dan integrasi teori-praktik. Program tersebut dirancang untuk menghasilkan pendidik transformatif dan berkualitas dengan semangat belajar yang tinggi. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Sampoerna University Soepriyatna mengatakan, kemajuan teknologi tidak sepenuhnya menggerus peran guru, tetapi justru meningkatkan perannya. Oleh karena itu, guru harus menyesuaikan model pembelajaran dengan kebutuhan zaman.

“Mahasiswa di Fakultas Pendidikan Sampoerna University dilibatkan dalam teknologi terkini sejak awal. Mereka tidak hanya akan terlibat dalam berbagai model pembelajaran, tetapi juga mempelajari pengkodean, pengembangan aplikasi, dan bagaimana internet of things (IoT) berdampak pada pendidikan,” ujar Soepriyatna.

Fakultas Pendidikan di Sampoerna University, lanjut Soepriyatna, juga menawarkan jurusan English Language Education yang dirancang untuk menjawab kebutuhan guru bahasa Inggris berkualitas di Indonesia. Di sini mahasiswa memiliki kesempatan mengeksplorasi teori dan praktik kontemporer yang mendasari kurikulum pengajaran bahasa Inggris.

Dengan kurikulum berbasis internasional yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, lulusan Fakultas Pendidikan Sampoerna University pun dapat mengajar di sekolah berorientasi internasional. Mereka juga bisa mengembangkan keterampilan berbahasa Inggris di berbagai tingkat sekolah.

Untuk mengasah kemampuan mahasiswa, Fakultas Pendidikan di Sampoerna University mengadakan program praktik pengalaman lapangan (PPL) yang dilakukan setiap semester, mulai dari semester satu. Program ini bertujuan agar mahasiswa lebih terbiasa dengan ruang kelas K-12 yang sebenarnya dan memiliki kemampuan mengajar mumpuni.

PPL memiliki proses bertahap. Pertama, mahasiswa akan diajak untuk mengamati metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru di kelas (observant). Kedua, mahasiswa akan menjadi asisten pengajar. Ketiga, mahasiswa akan dikelompokkan ke dalam beberapa grup pengajar. Dan keempat, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi guru secara individual.

Dengan demikian, lulusan Fakultas Pendidikan Sampoerna University mampu mengembangkan keterampilan inkuiri, memiliki visi pengajaran kritis, serta berkomitmen terhadap siswa dan pembelajarannya.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar Sampoerna University, silakan kunjungi media sosial Sampoerna University dan website berikut. [*]

Memuat data...
Artikel ini merupakan kerja sama harian Kompas dengan Sampoerna University.
Iklan