KOMPAS.ID

Cegat Sampah di Sungai dengan Saringan

Kapasitas saringan sampah dapat menampung sampah hingga 22 meter kubik atau 50 ton perhari.

arrow-scroll-down

Oleh Tim Harian Kompas

16 Feb 2024 22:17 WIB · Infografik

Saringan sampah menjadi bagian dari upaya pengendalian banjir di Jakarta dan diharapkan dapat mencegat sampah dari aliran hulu Sungai Ciliwung yang berdampak signifikan pada kelancaran debit air menuju Pintu Air Manggarai. Sampah yang tersaring selanjutnya dipilah, kemudian diolah menjadi bahan baku kompos, serta Refuse Derived Fuel (RDF) di bawah pengawasan Unit Penanganan Sampah Badan Air, Dinas Lingkungan Hidup.

Saringan sampah tahap 1 berada di sungai Ciliwung di atas lahan seluas tujuh ribu meter persegi, di jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dana yang dihabiskan untuk membangunnya berjumlah Rp 195 miliar. Kapasitas saringan sampah dapat menampung sampah hingga 22 meter kubik atau 50 ton perhari.

Saringan sampah Jakarta cegat sampah kiriman yang berasal dari hulu. Sampah yang berhasil tersaring didominasi oleh sampah organik, yaitu batang pohon kayu dan bambu, sedangkan lainnya berupa karet, plastik, tekstil, kaca hingga logam.

Geser gambar ke kanan dan ke kiri

before-after-arrow

Rekomendasi Artikel Pilihan

Nikmati tulisan lainnya dalam rubrik Tutur Visual di bawah ini.


Kerabat Kerja

Dicky IndratnoIsmawadiArjendro Darpito
Novan Nugrahadi
Logo Kompas
App StorePlaystore
Kantor Redaksi
Menara Kompas Lantai 5, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
Tlp.
+6221 5347 710
+6221 5347 720
+6221 5347 730
+6221 530 2200
Kantor Iklan
Menara Kompas Lantai 2, Jalan Palmerah Selatan 21, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, 10270.
Tlp.
+6221 8062 6699
Layanan Pelanggan
Kompas Kring
+6221 2567 6000